Perbedaan antaraPipa baja ERWDanpipa tanpa sambungan
Dalam industri baja, pipa baja ERW (Electric Resistance Welding) dan pipa baja tanpa sambungan adalah dua material pipa yang umum. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan cocok untuk berbagai skenario aplikasi. Dengan kemajuan teknologi dan perubahan permintaan pasar, penggunaan kedua jenis pipa baja ini juga berkembang di seluruh dunia. Artikel ini akan menggunakan data yang disediakan oleh Google Trends, dikombinasikan dengan karakteristik aplikasi aktual pipa baja, untuk mengeksplorasi perbedaan antara pipa baja ERW dan pipa tanpa sambungan, serta menganalisis kata kunci popularitas pasarnya.
1. Konsep dasar dan proses pembuatan pipa baja ERW dan pipa tanpa sambungan
Pipa baja tanpa sambungan adalah strip baja panjang dengan penampang berongga dan tanpa sambungan di sekelilingnya. Pipa ini terutama dibuat dengan cara penggulungan panas atau penarikan dingin. Karena pipa baja tanpa sambungan tidak memiliki lasan, struktur keseluruhannya lebih seragam dan kapasitas menahan tekanannya lebih kuat. Pipa ini sering digunakan dalam pengangkutan fluida di lingkungan bertekanan tinggi dan bagian struktur mekanis.
Sebaliknya, pipa baja ERW adalah pipa las sambungan lurus yang dibuat dengan pengelasan resistansi frekuensi tinggi, dan bahan bakunya biasanya berupa gulungan baja canai panas. Metode pembuatan ini memungkinkan pipa baja ERW memiliki kontrol diameter luar dan toleransi ketebalan dinding yang lebih presisi. Selain itu, proses produksi ERW modern telah mampu mencapai pemrosesan tanpa sambungan secara geometris dan fisik, sehingga meningkatkan kualitas dan kinerja produk.
Bidang aplikasi pipa baja ERW dan pipa tanpa sambungan
1. Pertimbangkan lingkungan penggunaannya:Pertama-tama, perlu memilih pipa yang sesuai dengan lingkungan dan kondisi penggunaan proyek. Misalnya, dalam lingkungan bersuhu tinggi, bertekanan tinggi, atau korosif, pipa baja tanpa sambungan harus diprioritaskan; sedangkan dalam konstruksi umum atau pengangkutan bertekanan rendah, pipa las merupakan pilihan yang ekonomis dan praktis.
2. Perhatikan spesifikasi pipa:Pilih spesifikasi pipa yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Baik pipa las maupun pipa baja tanpa sambungan tersedia dalam berbagai spesifikasi, termasuk diameter, ketebalan dinding, panjang, dan lain-lain. Saat memilih, tata letak keseluruhan dan karakteristik fluida dari sistem perpipaan harus dipertimbangkan sepenuhnya untuk memastikan bahwa pipa yang dipilih memenuhi persyaratan proyek.
3.Perhatikan kualitas bahan:Baik itu pipa las atau pipa baja tanpa sambungan, kualitas material adalah faktor kunci dalam menentukan kinerja dan masa pakainya. Oleh karena itu, saat memilih pipa, perhatian harus diberikan pada indikator seperti komposisi kimia, sifat mekanik, dan ketahanan korosi material untuk memastikan bahwa pipa yang dipilih memenuhi standar dan spesifikasi yang relevan.
Meskipun pipa baja tanpa sambungan unggul dalam kekuatan dan ketahanan tekanan, pipa baja ERW secara bertahap menggantikan pipa baja tanpa sambungan di banyak bidang karena kualitas permukaannya yang baik, akurasi dimensi yang tinggi, dan biaya yang rendah. Misalnya, dalam proyek pipa gas alam, pipa baja ERW telah menjadi salah satu material utama untuk pipa perkotaan. Pada saat yang sama, pipa baja ERW juga banyak digunakan di industri seperti industri perminyakan dan kimia.
Namun, untuk aplikasi yang perlu menahan tekanan sangat tinggi atau memerlukan standar keselamatan yang sangat tinggi, pipa baja tanpa sambungan tetap menjadi pilihan utama. Hal ini karena pipa baja tanpa sambungan dapat memberikan kemampuan anti-runtuh dan ketahanan benturan yang lebih tinggi.
Waktu posting: 25 Februari 2025





